Anis Hidayah
Anis Hidayah adalah aktivis hak asasi manusia Indonesia yang dikenal luas karena kiprahnya dalam memperjuangkan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Ia lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 7 November 1976 dan mulai terlibat dalam advokasi isu buruh migran sejak akhir 1990-an ketika aktif dalam organisasi masyarakat sipil yang fokus pada perlindungan perempuan dan pekerja migran. Anis merupakan salah satu pendiri organisasi advokasi pekerja migran Migrant CARE, yang didirikan pada 2004 dan berperan penting dalam mendorong reformasi kebijakan perlindungan pekerja migran serta memberikan pendampingan hukum bagi korban kekerasan dan eksploitasi.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Jember dan melanjutkan studi magister hukum internasional di Universitas Gadjah Mada. Sepanjang kariernya, Anis Hidayah aktif melakukan advokasi, penelitian, dan kampanye publik terkait hak-hak pekerja migran, termasuk mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi perlindungan buruh migran serta meningkatkan layanan hukum dan sosial bagi mereka. Atas dedikasinya, ia menerima sejumlah penghargaan internasional, antara lain Alison Des Forges Award dari Human Rights Watch pada 2011 dan penghargaan hak asasi manusia Yap Thiam Hien Award pada 2014, serta masuk dalam daftar BBC 100 Women pada tahun 2013.
Dalam perkembangan kariernya, Anis Hidayah juga dipercaya menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan kemudian terpilih sebagai ketua lembaga tersebut pada periode kepemimpinan terbaru. Melalui perannya di Komnas HAM, ia terus berupaya memperkuat perlindungan hak asasi manusia di Indonesia, khususnya bagi kelompok rentan seperti pekerja migran, perempuan, dan masyarakat yang mengalami diskriminasi struktural.