Wanto Tirta

Berasal dari Kracak, Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Ia pegiat literasi, menulis puisi, guritan, parikan, dan tampil di panggung sastra dan teater. Aktif sebagai pengurus Komite Sastra DKKB Banyumas dan pelaku seni pertunjukan. Juga bergiat di KOPI, Umah Gurit, dan Sastra Pinggiran (SasPing). Menerima Anugerah Gatra Budaya Bidang Sastra dari Pemkab Banyumas (2015). Menjadi nomine Penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Jawa Tengah (2017). Bukunya Catatan 1000 Hujan meraih Anugerah Sastrawan Utama Indonesia (2023). Puisinya tersebar dalam puluhan antologi bersama dan media sastra. Ia juga terpilih sebagai salah satu dari tujuh Penulis Terbaik Aksara Persada (2024), juara Cipta Puisi Komunitas Literasi Betawi serta peringkat dua Nasional Lomba Cipta Puisi #makanbergizigratis (2025).