Ragil Prasedewo
Lahir Agustus 1992, menetap di Durungan, Wates, Kulon Progo. Dikenal sebagai digital freelance dan pegiat isu remaja namun tetap aktif bersastra. Tertarik sastra sejak ikut komunitas Lumbung Aksara pada 2007. Lalu, jatuh cinta pada puisi/penulisan kreatif. Sejak 2020 terus berkarya dan membersamai komunitas Sastra-Ku (Divisi Litbang dan Pertunjukan), aktif di GPMB Kulon Progo, Forum Sastra-Teater Kulon Progo dan sulih suara (voiceover).
Buku puisi tunggalnya berjudul 'Serdadu Api (2020) dan 'Senjaku Hilang, Semua Tentang yang Tersayang' (2020). Karyanya masuk buku antologi bersama: 'Cinta yang Terus Mengalir' (2016), 'Ruang Putih Demokrasi' (Bawaslu Kulon Progo, 2020), 'Kluwung Lukisan Maha Cahaya' (2020), 'Neng Ning Nung Nang: Menuju 1 Abad Tamansiswa' (2021), 'Puisi di Tanah Cahaya' (Yayasan Hari Puisi, 2023). 'Duhkita' (2021), Sapu (Balai Bahasa Yogya, 2012) dan Permata dalam Untaian Kata' (Balai Layanan Perpustakaan DIY, 2022)