Fajar R. Ayuningtyas
Perempuan desa pesisir Kulon Progo, lahir pada 29 April. Penikmat sastra kadang-kadang menulis puisi, cerpen, esai dan belakangan juga menulis novel. Puisinya masuk di buku antologi bersama: Antariksa Dada (2007), Nyanyian Bukit Menoreh (2015), Kluwung Lukisan Maha Cahaya (2020) dan Duhkita (2021). Puisinya masuk lima puisi terbaik lomba cipta puisi Kulon Prog, dan dimuat koran Kedaulatan Rakyat. Cerpennya tayang buletin Lontar Kulon Progo dan buletin Alis Solo, juga di buku antologi Kembar Mayang (2017). Sebuah Babak Kehidupan Lajang yang Sendirian (2018) dan Lukisan Gelombang (2020) adalah buku antologi cerpen tunggalnya.
Ia reporter wilayah Kapanewon Panjatan di penulisan buku Kesenian Unggulan Kulon Progo (2015). Meraih juara kedua sayembara esai Desa Budaya Kundha Kabudhayan DIY (2020), juara pertama penulisan esai Inkubator Literasi Pustaka Nasional wilayah Kulon Progo (diterbitkan dalam buku Kulon Progo Pintu Gerbang Istimewa, 2022). Novel pertamanya Penyeduh Bara (2024). Baginya, menulis adalah tentang menjaga keseimbangan hidup dan kepedulian pada semesta.