Elektronik
  DOWNLOAD PDF

Deskripsi Buku

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami mempersembahkan Jurnal Adhyasta Pemilu Vol 2 No 1 (2019). Edisi ini mengangkat tema-tema penting dan relevan terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, yang merupakan momen bersejarah dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Kami menghadirkan kajian-kajian yang mendalam dan kritis dari para akademisi dan praktisi di bidang pemilu, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sistem pemilu yang lebih baik di masa depan.

Artikel pertama dalam edisi ini adalah karya Mouliza K.D Sweinstani yang berjudul "Pilihan Sistem Pemilu Dan Potret Keterwakilan Perempuan: Lesson Learned Sistem Pemilu Serentak 2019". Artikel ini mengulas bagaimana sistem pemilu yang diterapkan pada 2019 berdampak pada keterwakilan perempuan di parlemen. Penulis memberikan analisis mendalam mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi politik perempuan serta pelajaran yang dapat diambil untuk memperbaiki sistem pemilu ke depan.

Selanjutnya, artikel berjudul "Money Politics Pada Pemilu 2019: Kajian Terhadap Potret Pengawasan Dan Daya Imperatif Hukum Pemilu" oleh Aminuddin Kasim dan Supriyadi Supriyadi membahas fenomena money politics yang marak terjadi pada Pemilu 2019. Penulis mengeksplorasi efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terkait praktik tersebut, serta menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan integritas proses pemilu di Indonesia.

Faisal Andri Mahrawa dan Irfan Prayogi dalam artikel mereka "Evaluasi Rekrutmen Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dalam Pemilu Serentak 2019" memberikan evaluasi kritis terhadap proses rekrutmen PTPS. Artikel ini menyajikan temuan-temuan penting yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perbaikan prosedur rekrutmen pengawas pemilu di masa mendatang.

Artikel berikutnya, "Frase Kata Memerintahkan dan Merekomendasikan dalam Putusan Bawaslu Terkait Pelanggaran Administratif Pemilu" oleh Fauzi Heri dan Retna Elyasari, menganalisis penggunaan frasa kata dalam putusan Bawaslu yang berhubungan dengan pelanggaran administratif pemilu. Penulis meneliti dampak dari pilihan kata ini terhadap efektivitas dan implementasi putusan Bawaslu.

Terakhir, artikel "Film Dokumenter Sexy Killers Sebagai Alat Kritik Kandidat dalam Pemilihan Presiden 2019" karya Yugha Erlangga, mengkaji bagaimana film dokumenter "Sexy Killers" digunakan sebagai alat kritik terhadap para kandidat dalam Pilpres 2019. Artikel ini memberikan perspektif baru tentang penggunaan media visual dalam kampanye politik dan pengaruhnya terhadap persepsi publik.

Kami berharap edisi ini dapat memberikan wawasan baru dan memperkaya pemahaman pembaca tentang berbagai aspek pemilu di Indonesia. Terima kasih kepada para penulis yang telah berbagi pengetahuan dan pemikirannya melalui jurnal ini, serta kepada para pembaca setia yang terus mendukung Jurnal Adhyasta Pemilu.

Selamat membaca!

Jumlah Download : 12

Bagikan

Silahkan tulis komentar Anda :

Belum ada komentar

Mungkin Anda ingin membaca ini :