Cetak

Penulis: Atika Nur Kusumaningtyas, Esty Ekawati, Kurniawati Hastuti Dewi, Fathimah Fildzah Izzati

Editor: -

ISBN/ISSN : 978-979-799-907-0

Ketersediaan : Tersedia (1)

Bahasa : Indonesia

Penerbit : LIPI Press

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman : 243

Nomor Panggil : 320 - 0547


Deskripsi Buku

Buku Perempuan Kepala Daerah dalam Jejaring Oligarki Lokal adalah sebuah bunga rampai kajian ilmiah yang diterbitkan oleh LIPI Press pada tahun 2017, disusun oleh Atika Nur Kusumaningtyas, Esty Ekawati, Kurniawati Hastuti Dewi, dan Fathimah Fildzah Izzati sebagai hasil penelitian politik yang berbasis pada pendekatan perspektif gender dan politik untuk memahami posisi perempuan dalam pemerintahan daerah di Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagian besar perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah dalam pemilihan langsung muncul dengan faktor kekerabatan yang kuat dengan elite politik laki-laki yang sebelumnya memiliki pengaruh dan posisi formal di daerahnya, sehingga memicu pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan politik tersebut mencerminkan demokratisasi atau justru reproduksi kekuasaan lokal.

Buku ini menitikberatkan analisisnya pada dua kasus nyata yakni figur Airin Rachmi Diany sebagai Wali Kota Tangerang Selatan dan Anna Sophanah sebagai Bupati Indramayu untuk menyelidiki bagaimana faktor kekerabatan tersebut bekerja secara struktural dalam proses muncul dan bertahannya perempuan sebagai kepala daerah, termasuk di dalamnya konteks historis, sosial, ekonomi, serta konfigurasi politik lokal masing-masing wilayah. Analisis tersebut dilakukan untuk melihat persamaan dan perbedaan kondisi yang memungkinkan perempuan menempati posisi kekuasaan di dua daerah yang berbeda sekaligus untuk memahami implikasinya terhadap kualitas demokratisasi lokal.

Karya ini juga membahas posisi dan kinerja perempuan kepala daerah tersebut dalam mendorong demokratisasi lokal serta memperjuangkan kepentingan praktis gender, dengan mempertanyakan apakah pemimpin perempuan ini mampu menggunakan kekuasaannya untuk mempromosikan agenda yang inklusif dan sensitif gender atau masih terikat pada kepentingan kekuasaan oligarkis yang lebih luas. Buku ini menunjukkan bagaimana kondisi struktur sosial-ekonomi masyarakat dan keberadaan organisasi masyarakat sipil turut memengaruhi efektivitas kepemimpinan perempuan dalam menjalankan perannya di tingkat lokal.

Selain itu, buku ini tidak hanya berhenti pada analisis situasional tetapi juga memberikan refleksi dan saran strategis untuk mendorong agar pemilihan kepala daerah langsung dapat menjadi sarana yang memperkuat narasi substantif perempuan dalam politik, bukan semata simbolik. Penulis menggarisbawahi pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik lokal tanpa ketergantungan pada jejaring oligarki, sehingga kepemimpinan politik perempuan benar-benar dapat berkontribusi terhadap kualitas demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Bagikan

Silahkan tulis komentar Anda :

Belum ada komentar

Mungkin Anda ingin membaca ini :