Penulis: Agoeng Wijaya, Agung Sedayu, Agus Supriyanto, Akbar Tri Kurniawan, Anton Aprianto, Anton Septian, Anton William, Bagja Hidayat, Dwi Riyanto, Eko Ari Wibowo, Fanny Febiana, Fery Firmansyah, Heru Triyono, Muchamad Nafi, Mustafa Silalahi, Purwanto Setiadi, Reza Maulana, Sandy Indra Pratama, Widiarsi Agustina, Yandhrie Arvian, Yuliawati
Editor: Wahyu Dhyatmika , Purwanto Setiadi , Yandhrie Arvian , Amarzan Loebis , Arif Zulkifli , Bina Bektiati , Budi Setyarso , Dody Hidayat , Firman Atmakusuma , Hermien Kleden , Leila S. Chudori , LR Baskoro , Nugroho Dewanto , Philipus Parera , Putu Setia , Qaris Tajudin , Sapto Yunus , Seno Joko Suyono , Setri Yasra , Yos Rizal , Yosep Suprayogi
ISBN/ISSN : 978-602-6208-44-6
Ketersediaan : Tersedia (2)
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman : 153
Nomor Panggil : 920 - 0044
Deskripsi Buku
Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir merupakan salah satu seri buku TEMPO dengan kategori tokoh militer. Barangkali awalnya dari kumpulan artikel tematis majalah itu? Yah, pokoknya saya senang buku ini diterbitkan, karena saya memang hobi baca sejarah dan Soedirman adalah salah satu pahlawan nasional yang kisah hidupnya belum banyak saya baca.
Selama ini, saya cuma tahu kisah sang panglima dari buku pelajaran sekolah. Tidak banyak yang bisa digali dari situ, kecuali fakta bahwa dia seorang jenderal muda dengan kemauan yang kuat, bahwa dia nekat berangkat gerilya meskipun paru-parunya cuma tinggal satu. Dengan kata lain, dia hanya digambarkan sebagai sosok ‘superhero’ tanpa celah atau kesalahan yang berarti. Sebuah persona yang mungkin memang sengaja diciptakan oleh pemerintah Orde Baru. Mohammad Hatta pun menyayangkan kecenderungan dalam menyikapi sejarah Soedirman yang cenderung berlebihan.
“Sejak Jenderal Soeharto menjadi presiden, menjadi kebiasaan memusatkan segala-galanya pada Jenderal Soedirman, seolah-olah Indonesia merdeka bermula dari dia,” katanya.
Sudah jadi rahasia umum, Soedirman memilih gerilya karena tidak sepaham dengan keputusan Sukarno-Hatta untuk bertahan di Yogyakarta selagi Belanda melancarkan serangan. Fakta ini digunakan oleh Orde Baru untuk menciptakan citra bahwa pemerintahan sipil tidak dapat diandalkan, oleh karena itu yang terbaik adalah memberikan kekuasaan kepada militer.
Walaupun begitu, terlepas dari pendewaan dirinya sebagai seorang tokoh militer, sebenarnya Soedirman memang seorang jenderal mumpuni yang benar-benar layak mendapat gelar panglima besar dan status sebagai pahlawan nasional. Cuma, ya mbok jangan berlebihan kalau memuja.
Buku ini sendiri berbicara tentang nyaris setiap bab dalam kehidupan Soedirman. Dari latar belakang keluarganya yang menjadi polemik, kisah cintanya dengan sang istri Siti Alfiah, penunjukannya sebagai panglima besar alih-alih Oerip Soemohardjo yang jauh lebih senior dan berpengalaman, manuver militer dan politiknya, pasang-surut hubungannya dengan beberapa tokoh nasional, hingga tuduhan keikutsertaannya dalam upaya kudeta pertama di Indonesia yang kemerdekaannya bahkan belum diakui dunia. Sepak terjangnya saat bergerilya tentu saja paling banyak dibahas. Setiap bab tidak diceritakan secara runut, tetapi ending-nya sama. Takluknya sang jenderal terhadap penyakit yang menggerogoti tubuhnya di usia 34 tahun. Usia yang sangat muda. Kehidupan yang singkat dengan begitu banyak kisah untuk diceritakan.
Bagikan
Silahkan tulis komentar Anda :
Mungkin Anda ingin membaca ini :
Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik terhadap Karya-Karya Hamzah Fansuri
Politik Serikat Buruh dan Kaum Precariat: Pengalaman Tangerang dan Karawang
Orang-Orang yang Berlawanan: Beragam Catatan dari Soekarno hingga Wiji Thukul
Pemilih Berperan Jangan Baperan: Potret Pengawasan Pemilu 2024 di Kota Cilegon
Menelusuri Perjalanan Pengawas Adhoc Pemilu 2024 Bawaslu Kabupaten Lombok Timur
Babel
Catatan-Catatan Penting Kierkegaard: Selections From The Writings of Kierkegaard
Negara dan Revolusi: Teori Marxis dan Tugas-tugas Proletariat dalam Revolusi
Belajar Marketing Belajar Hidup: Prinsip-prinsip Marketing untuk Hidup Efektif
Politik Kiai Politik Rakyat: Pembacaan Masyarakat Terhadap Perilaku Politik Kiai
Memperkokoh Demokrasi dari Gunung: Perjalanan Pengawasan Pemilihan Serentak 2024
Sang Telik Sandi Demokrasi: Barisan Adhoc Pengawas Pemilu 2024 Kabupaten Pasuruan
Penjaga Demokrasi Pemikul Moral Bangsa: Sehimpun Cerita di Balik Layar Pemilu
Buku Pengawasan Adhoc Pemilu 2024 Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
Cegah, Awasi, Tindak!: Jejak Pengawas Pemilu 2019 di Pulau Rempah-Rempah, Maluku
Rare
Saman
Petir
Akar
Bulan
Hello
Rindu
Pada Sebuah Kapal (Edisi Cover Spesial HUT Gramedia Pustaka Utama 50 Tahun)
Hujan
1984
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 2023: Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2023
Command: Ambil Alih, Pegang Kendali, dan Jalani Kehidupan yang Anda Inginkan
Prinsip-Prinsip Etika: Landasan Teori untuk Memecahkan Kasus-Kasus Dilema Moral
Kawasan Damai dan Bebas Senjata Nuklir: Pengertian, Sejarah, dan Perkembangannya
Perubahan Paradigma dan Ekosistem BUMN Gula - Strategi Baru Menuju Swasembada
The Authorized Biography Sri Mulyani Indrawati: No Limits Reformasi dengan Hati
Syekh Nawawi Al-Bantani (1812-1897): Mahaguru Ulama Hijaz & Nusantara Abad ke-19
Jurnal Perempuan 66 Untuk Pencerahan dan Kesetaraan: Pendidikan Untuk Semua
Kembali Membangun Tanah Air Studi Jaringan Profesional Perencana Kota di Belanda
Ragam Identitas Perempuan Bukan Bayang-Bayang: Menguatkan Konstruksi Nasionalisme
Pola Kandidasi & Kebijakan Responsif Gender Perempuan Kepala Daerah di Indonesia
Demokrasi Kerumunan: Bunga Rampai tentang Demokrasi, Pemilu, dan Budaya Politik
Potret Pemenuhan Hak Sipil & Politik Etnik Tionghoa di Singkawang & Tangerang
Kontekstualitas: Hukum Acara Pengadilaan Tata Usaha Negara dalam Tanya Jawab
Tonggak-Tonggak Orde Baru The Untold Story: Jatuh Bangun Strategi Pembangunan
Bagaimana Demokrasi Mati: Apa yang Diungkapkan Sejarah tentang Masa Depan Kita
Tafsir Nurul Quran: Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya Al-Qur'an (jilid 16)
Resiliensi Penduduk Menghadapi Perubahan Lingkungan yang Berdampak pada Bencana
Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX
Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia: Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020
Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia
Memaknai Transnasionalisme: Agen, Struktur, dan Proses dalam Politik Global
Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap Mengenang Husni Kamil Manik 1975-2016
Jejak Pengawasan Peran Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir untuk Keadilan Pemilu
Memoar Pemilu 2024 Orkestra Pengawas Adhoc Sang Pejuang Demokrasi di Tanah Sultan
Penawar Mantra Kecurangan Kiprah Panwaslih Kabupaten Pidie Mengawal Pemilu 2019
Politik, Partai Politk, dan Perempuan Frontsage and Backstage Sebuah Catatan
Menjaga Daulat Rakyat Catatan Pengawas Adhoc Kabupaten Kendal dalam Pemilu 2024
Menjaga Martabat dan Suara Rakyat : Jejak Pengawasan Bawaslu Kabupaten Takalar
Pengawasan Pemilu Sehat dan Bermartabat : Kota Langsa Untuk Indonesia Tahun 2019
Ujung Tombak Pengawal Demokrasi: Pengawas Ad-Hoc Pemilu 2024 Kota Surakarta
Semesta Pengawasan Bawaslu: Gotong Royong Pengawasan Pemilu Kabupaten Malang
Sengketa dalam Konsep Keadilan Pemilu: Mencegah Lebih Baik daripada Mengadili
Pemilu di Bumi Lasinrang Independensi dan Tanggung Jawab Pengawas Adhoc 2024
Bawaslu Mengawasi: Potret Panwaslu Ad-hoc Mengawasi Pemilu 2024 di Bumi Kartini
Senarai Menbangun Demokrasi: Potret, Evaluasi, & Rekomendasi di Kota Probolinggo
Catatan Pengawasan: Kinerja SDM Pengawas Adhoc Pemilu 2024 Kabupaten Wonosobo
Jejak Pengawas Adhoc Pemilu 2024: Madep Mantep Ngawal Demokrasi di Bumi Perwira