Penulis: Harry A. Poeze
Editor: -
ISBN/ISSN : 978-602-433-833-6
Ketersediaan : Tersedia (2)
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Tahun Terbit : 2020
Jumlah Halaman : 475
Nomor Panggil : 900 - 0006
Deskripsi Buku
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris itu berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir.
Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan 'perjuangan' dan bukan jalan 'diplomasi'. Ia mendirikan Persatoean Perdjoangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintah moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali- dari Maret 1946 sampai september 1948.
Sesudah pembebasan, Tan Malaka mulai dengan menghimpun pengikutnya yang telah bercerai-berai. pada November 1948 ia mendirikan partai baru yang bernama Partai Murba. Pembentukan dan perkembangan partai terganggu oleh serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan batalyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai panglima yang bengis dan kejam. Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda. Ia ikut bergerilya ke Gunung Wilis.
Dalam pamflet yang ditulisnya tiap hari ia menyerang Soekarno dan Hatta, dan TNI. Bahkan ia memproklamirkan dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serentak TNI beraksi. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa Tan Malaka di eksekusi oleh satuan lokal TNI di Desa Selopanggung 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Perlawanan pendukungnya terhadap Belanda, TNI, dan Republik diteruskan. Namun, dukungan dari rakyat tidak terwujud, dan di desember 1949, waktu Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, Partai Murba menghentikan perlawanan bersenjata.
Buku ini memuat riwayat petualangan peringatan Tan Malaka dan percobaan Partai Murba untuk menjadi partai kiri yang terbesar. Tan Malaka sendiri hampir dilupakan, khususnya waktu Orde Baru. Sesudah itu ada kebangkitan kembali Tan Malaka. Banyak buku dari dan mengenai Tan Malaka diterbitkan. Bahkan kuburannya dibuka dalam tahun 2009. Partai Murba hidup merana, dan sekarang tidak ada kegiatan lagi. Yang paling aktif sekarang ialah keluarga adat Tan Malaka, yang didukung oleh pemerintah provinsi. Tetapi, sosok Tan Malaka masih kontroversial.
Bagikan
Silahkan tulis komentar Anda :
Mungkin Anda ingin membaca ini :
Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik terhadap Karya-Karya Hamzah Fansuri
Politik Serikat Buruh dan Kaum Precariat: Pengalaman Tangerang dan Karawang
Orang-Orang yang Berlawanan: Beragam Catatan dari Soekarno hingga Wiji Thukul
Pemilih Berperan Jangan Baperan: Potret Pengawasan Pemilu 2024 di Kota Cilegon
Menelusuri Perjalanan Pengawas Adhoc Pemilu 2024 Bawaslu Kabupaten Lombok Timur
Babel
Catatan-Catatan Penting Kierkegaard: Selections From The Writings of Kierkegaard
Negara dan Revolusi: Teori Marxis dan Tugas-tugas Proletariat dalam Revolusi
Belajar Marketing Belajar Hidup: Prinsip-prinsip Marketing untuk Hidup Efektif
Politik Kiai Politik Rakyat: Pembacaan Masyarakat Terhadap Perilaku Politik Kiai
Memperkokoh Demokrasi dari Gunung: Perjalanan Pengawasan Pemilihan Serentak 2024
Sang Telik Sandi Demokrasi: Barisan Adhoc Pengawas Pemilu 2024 Kabupaten Pasuruan
Penjaga Demokrasi Pemikul Moral Bangsa: Sehimpun Cerita di Balik Layar Pemilu
Buku Pengawasan Adhoc Pemilu 2024 Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
Cegah, Awasi, Tindak!: Jejak Pengawas Pemilu 2019 di Pulau Rempah-Rempah, Maluku
Rare
Saman
Petir
Akar
Bulan
Hello
Rindu
Pada Sebuah Kapal (Edisi Cover Spesial HUT Gramedia Pustaka Utama 50 Tahun)
Hujan
1984
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 2023: Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2023
Command: Ambil Alih, Pegang Kendali, dan Jalani Kehidupan yang Anda Inginkan
Prinsip-Prinsip Etika: Landasan Teori untuk Memecahkan Kasus-Kasus Dilema Moral
Kawasan Damai dan Bebas Senjata Nuklir: Pengertian, Sejarah, dan Perkembangannya
Perubahan Paradigma dan Ekosistem BUMN Gula - Strategi Baru Menuju Swasembada
The Authorized Biography Sri Mulyani Indrawati: No Limits Reformasi dengan Hati
Syekh Nawawi Al-Bantani (1812-1897): Mahaguru Ulama Hijaz & Nusantara Abad ke-19
Jurnal Perempuan 66 Untuk Pencerahan dan Kesetaraan: Pendidikan Untuk Semua
Kembali Membangun Tanah Air Studi Jaringan Profesional Perencana Kota di Belanda
Ragam Identitas Perempuan Bukan Bayang-Bayang: Menguatkan Konstruksi Nasionalisme
Pola Kandidasi & Kebijakan Responsif Gender Perempuan Kepala Daerah di Indonesia
Demokrasi Kerumunan: Bunga Rampai tentang Demokrasi, Pemilu, dan Budaya Politik
Potret Pemenuhan Hak Sipil & Politik Etnik Tionghoa di Singkawang & Tangerang
Kontekstualitas: Hukum Acara Pengadilaan Tata Usaha Negara dalam Tanya Jawab
Tonggak-Tonggak Orde Baru The Untold Story: Jatuh Bangun Strategi Pembangunan
Bagaimana Demokrasi Mati: Apa yang Diungkapkan Sejarah tentang Masa Depan Kita
Tafsir Nurul Quran: Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya Al-Qur'an (jilid 16)
Resiliensi Penduduk Menghadapi Perubahan Lingkungan yang Berdampak pada Bencana
Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX
Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia: Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020
Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia
Memaknai Transnasionalisme: Agen, Struktur, dan Proses dalam Politik Global
Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap Mengenang Husni Kamil Manik 1975-2016
Jejak Pengawasan Peran Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir untuk Keadilan Pemilu
Memoar Pemilu 2024 Orkestra Pengawas Adhoc Sang Pejuang Demokrasi di Tanah Sultan
Penawar Mantra Kecurangan Kiprah Panwaslih Kabupaten Pidie Mengawal Pemilu 2019
Politik, Partai Politk, dan Perempuan Frontsage and Backstage Sebuah Catatan
Menjaga Daulat Rakyat Catatan Pengawas Adhoc Kabupaten Kendal dalam Pemilu 2024
Menjaga Martabat dan Suara Rakyat : Jejak Pengawasan Bawaslu Kabupaten Takalar
Pengawasan Pemilu Sehat dan Bermartabat : Kota Langsa Untuk Indonesia Tahun 2019
Ujung Tombak Pengawal Demokrasi: Pengawas Ad-Hoc Pemilu 2024 Kota Surakarta
Semesta Pengawasan Bawaslu: Gotong Royong Pengawasan Pemilu Kabupaten Malang
Sengketa dalam Konsep Keadilan Pemilu: Mencegah Lebih Baik daripada Mengadili
Pemilu di Bumi Lasinrang Independensi dan Tanggung Jawab Pengawas Adhoc 2024
Bawaslu Mengawasi: Potret Panwaslu Ad-hoc Mengawasi Pemilu 2024 di Bumi Kartini
Senarai Menbangun Demokrasi: Potret, Evaluasi, & Rekomendasi di Kota Probolinggo
Catatan Pengawasan: Kinerja SDM Pengawas Adhoc Pemilu 2024 Kabupaten Wonosobo
Jejak Pengawas Adhoc Pemilu 2024: Madep Mantep Ngawal Demokrasi di Bumi Perwira