Deskripsi Buku

ALHAMDULILLAH. Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan, pertolongan, dan hidayah sehingga kami semua, keluarga besar pengawas pemilu di Jawa Tengah, wabilkhusus para anggota Bawaslu,  Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi masyarakat –dan Hubungan Masyarakat di tingkat kabupaten/kota-- bisa menyelesaikan karya pustaka bersama ini. 

Apalagi karya pustaka ini lahir di akhir-akhir tahapan yang masih menguras waktu, energi, dan pikiran untuk memungkasi tugas dan tanggungjawab kerja pengawasan. Karya pustaka ini menjadi sedikit dari bukti kesadaran literasi yang terus diikhtiarkan di lembaga Bawaslu. Sebuah karya yang ditulis dari para praktisi pengawas pemilu yang sumbernya dari pengalaman-pengalaman empirik selama pengawasan Pilkada 2024.

Kerja bersama penyusunan buku ini didorong oleh kesadaran kolektif pengawas pemilu di Jawa Tengah untuk mendokumentasikan kerja-kerja pengawasan. Banyak ragam peristiwa, baik yang unik, dramatis, maupun penuh ketegangan terjadi selama pelaksanaan tahapan Pilkada 2024 di Jawa Tengah. Sayang sekali apabila pengalaman bersejarah itu tidak didokumentasikan. Harapannya, catatan hasil pengawasan tersebut bisa memperkaya khazanah literasi pengawasan sehingga memberikan manfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pengawasan. Juga diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus mengembangkan sistem dan pola-pola pengawasan pemilu dan pilkada di masa-masa mendatang.

Buku yang hadir di depan pembaca ini mengangkat tema khusus tentang partisipasi masyarakat (Parmas). Hal ini sesuai dengan tugas dan tanggungjawab Divisi Pencegahan dan Parmas untuk mendesain, merencanakan, dan melaksanakan program-program Parmas sebagai salah satu instrumen pencegahan. Banyak kreasi dan inovasi yang dihasilkan melalui program Parmas selama Pilkada 2024. Bukan sekedar kegiatan-kegiatan dialogis dalam ruangan, tapi sebagian besar adalah program-program kolaboratif yang dikerjasamakan dengan berbagai stakeholders terkait, terutama para pekerja seni dan budaya. 

Sementara untuk memberikan ruh dan spirit kinerja, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan tagline yang digunakan dalam kerja-kerja pengawasan Pilkada 2024. Yakni Sesarengan Ngawasi. Tagline ini mengandung idiom kearifan lokal Jawa Tengah. Perpaduan dari kata dalam Bahasa Jawa: Sesarengan yang artinya bersama-sama dan Ngawasi yang merupakan kata kerja berarti mengawasi. Dengan demikian, secara filosofis tagline tersebut bisa dimaknai sebagai seruan dan ajakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi seluruh tahapan Pilkada 2024. 

Tagline tersebut juga menjadi nilai dasar perjuangan (NDP) seluruh pengawas pemilu di Jawa Tengah dalam mengejawantahkan tugas-tugas yang diamanatkan peraturan perundang-undangan. Seluruh proses pengawasan tahapan didorong membuka ruang partisipasi publik agar terlibat di dalamnya. Harapannya tentu menjadikan setiap proses yang dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah bisa aspiratif, transparan, akuntabel, serta bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks Parmas, tagline Sesarengan Ngawasi ini diimplementasikan melalui program-program yang membuka ruang partisipasi masyarakat. Spirit kinerja ini dijadikan sebagai orkestrasi yang rampak dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa bahkan sampai di tingkat terendah, Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pengawas pemilu mendorong semaksimal mungkin peran aktif masyarakat dalam pengawasan seluruh tahapan Pilkada di semua tingkatan.

Di tingkat provinsi, tagline ini dikonkritkan melalui program Expo Sesarengan Ngawasi. Program Parmas yang pelaksanaanya dihelat di 17 kabupaten/kota. Sebagian besar program ini dilaksanakan dengan sentuhan kreatifitas dan inovasi. Bentuknya antara lain pagelaran seni dan budaya yang menjadi medium untuk penyampaian pesan-pesan pengawasan. Beberapa di antaranya Sumbing Art Collaboration di Kabupaten Magelang, Sangiran Culture Festival di Kabupaten Sragen, kampung budaya Jalawastu di Kabupaten Brebes, pagelaran wayang golek di Kabupaten Pemalang, Opera Van Voters di Kabupaten Karanganyar, Youth Election Fest di Kabupaten Rembang dan masih banyak lagi.

Selain kegiatan yang menjadi hajat provinsi tersebut, Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Tengah juga mengimplementasikan tagline Sesarengan Ngawasi melalui berbagai kreasi dan inovasi Parmas. Semuanya diikhtiarkan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Kelompok perempuan, kaum disabilitas, kelompok masyarakat adat dan marginal, pemilih pemula, dan berbagai kelompok lainnya. Semuanya digandeng untuk bersama-sama terlibat dalam pengawasan Pilkada 2024.

Program-program Parmas itulah yang didokumentasikan melalui karya pustaka ini. Selain memastikan agar catatan kinerja itu tidak hilang ditelan sejarah, penulisan ini diharapkan juga bisa menjadi sumber pengetahuan untuk mempelajari, bahkan meneliti ragam-ragam kegiatan Parmas yang dilaksanakan di Jawa Tengah. Karya pustaka ini juga diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi untuk semakin meningkatkan kualitas pengawasan pemilu maupun pilkada di masa-masa yang akan datang.

Buku ini adalah Kumpulan tulisan dari setiap anggota Bawaslu kabupaten/kota Divisi Pencegahan Parmas Humas beserta staf. Layaknya sebuah kumpulan tulisan, maka antara satu tulisan dengan tulisan lainnya tidak disambungkan dalam tema yang sama, kecuali tentang Parmas. Oleh sebab itulah maka bentuk tulisan feature dipilih agar memudahkan pembaca untuk bisa memahami isi tulisan secara tuntas dalam waktu yang singkat.

Akhirnya harus diakui bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk penyempurnaan karya pustaka lainnya di masa yang akan datang. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. 

Semarang,  April 2025

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat - Bawaslu Provinsi Jawa Tengah 

Nur Kholiq

Jumlah Download : 18

Bagikan

Silahkan tulis komentar Anda :

Belum ada komentar

Mungkin Anda ingin membaca ini :