Cetak

Penulis: Muhammad Husnil, Yudi Anugrah

Editor: Budi Setiyono

ISBN/ISSN : 978-602-53288-2-4

Ketersediaan : Tersedia (1)

Bahasa : Indonesia

Penerbit : Turun Tangan

Tahun Terbit : 2020

Jumlah Halaman : 217

Nomor Panggil : 920 - 0081


Deskripsi Buku

Buku Haji Bilal Atmojoewana: Raja Batik dari Yogyakarta mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh batik legendaris dari Yogyakarta yang lahir dalam lingkungan abdi dalem keraton namun memilih jalan hidup yang berbeda dengan lingkungan keluarganya. Sejak kecil, Atmojoewana sudah menunjukkan semangat mandiri dengan bekerja menjual rumput dan kayu bakar untuk menyokong kehidupan dirinya, dan keuletan tersebut akhirnya menarik perhatian seorang juragan batik di Kauman, Haji Ibrahim, yang kemudian menjadi mentor penting dalam hidupnya.

Hubungan pembelajaran dengan Haji Ibrahim kemudian berkembang jauh lebih dalam, hingga menjadi hubungan keluarga mertua-menantu dan membuka peluang baru bagi Atmojoewana untuk memperluas wawasan dan jaringan usahanya. Bimbingan tersebut turut membawa Atmojoewana untuk menunaikan ibadah haji, setelahnya ia menambahkan gelar “Haji Bilal” di depan namanya — nama yang kemudian menjadi identik dengan kualitas batik hasil kerajinannya.

Dalam narasi yang dibangun dengan gaya jurnalisme sastrawi, buku ini membawa pembaca menyaksikan bagaimana Haji Bilal mendirikan perusahaan batik bumiputra pertama di Yogyakarta pada tahun 1912, menjadikannya sebagai jaminan mutu batik yang memikat pesanan dari seluruh Nusantara bahkan luar negeri. Buku ini juga menggambarkan bagaimana ia mempertahankan usahanya di tengah tantangan besar ekonomi seperti Depresi Besar pada 1930-an.

Lebih jauh, cerita ini tidak hanya soal bisnis dan keterampilan batik semata, tetapi juga memberi gambaran tentang lika-liku sosial ekonomi dan peran Haji Bilal dalam konteks sejarah lokal maupun nasional, termasuk perannya pada masa revolusi Indonesia. Dengan pendekatan naratif yang dekat dengan kehidupan tokoh, pembaca diajak memahami kekuatan kerja keras, kemandirian, dan kecerdikan yang mengangkat nama Haji Bilal menjadi salah satu figur penting dalam sejarah batik Yogyakarta.

Bagikan

Silahkan tulis komentar Anda :

Belum ada komentar

Mungkin Anda ingin membaca ini :