Cetak

Penulis: Dianto Bachriadi, Anton Lucas

Editor: Candra Gautama

ISBN/ISSN : 979-9023-44-0

Ketersediaan : Tersedia (1)

Bahasa : Indonesia

Penerbit : Kapustakaan Populer Gramedia

Tahun Terbit : 2001

Jumlah Halaman : 360

Nomor Panggil : 360 - 0021


Deskripsi Buku

Buku "Merampas Tanah Rakyat: Kasus Tapos dan Cimacan" karya Dianto Bachriadi dan Anton Lucas mengungkap dua kasus penting perampasan tanah di Indonesia yang melibatkan kolaborasi antara kekuasaan politik dan kepentingan bisnis. Dengan pendekatan historis dan sosiologis, buku ini membahas bagaimana konflik agraria di Tapos dan Cimacan mencerminkan pola perampasan tanah oleh elite politik dan pengusaha pada masa Orde Baru. Penulis menyoroti proses pengambilalihan lahan petani untuk kepentingan proyek besar, seperti pembangunan peternakan modern dan lapangan golf, yang dilakukan tanpa memperhatikan hak-hak rakyat kecil.

Kasus Tapos, yang terjadi pada tahun 1971, berfokus pada pengambilalihan lahan oleh PT Rejo Sari Bumi, perusahaan milik keluarga Presiden Soeharto. Lahan tersebut digunakan untuk membangun peternakan modern, namun prosesnya diwarnai dengan intimidasi dan pengabaian terhadap hak-hak petani. Sementara itu, kasus Cimacan, yang berlangsung pada tahun 1987, menunjukkan bagaimana lahan pertanian masyarakat diubah menjadi kawasan wisata dan lapangan golf oleh PT Bandung Asri Mulia. Dalam kedua kasus tersebut, kolusi antara pejabat pemerintah dan pengusaha menjadi kunci utama terjadinya pelanggaran hak rakyat.

Buku ini tidak hanya mengungkap fakta-fakta perampasan tanah tetapi juga menjelaskan dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang dialami oleh masyarakat terdampak. Penulis memberikan analisis mendalam tentang lemahnya perlindungan hukum bagi petani dan bagaimana ketimpangan kekuasaan membuat mereka sulit melawan. Dengan gaya penulisan yang analitis dan berbasis bukti, buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, aktivis agraria, dan siapa pun yang peduli pada isu keadilan agraria di Indonesia. Melalui pembahasan ini, penulis mengajak pembaca untuk memahami akar masalah agraria di Indonesia serta mencari solusi untuk membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.

Bagikan

Silahkan tulis komentar Anda :

Belum ada komentar

Mungkin Anda ingin membaca ini :