Penulis: Harry A. Poeze
Editor: -
ISBN/ISSN : 978-979-461-725-0
Ketersediaan : Tersedia (2)
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Tahun Terbit : 2019
Jumlah Halaman : 489
Nomor Panggil : 900 - 0007
Deskripsi Buku
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial.
ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948.
Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan.
Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.
Bagikan
Silahkan tulis komentar Anda :
Mungkin Anda ingin membaca ini :
Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik terhadap Karya-Karya Hamzah Fansuri
Politik Serikat Buruh dan Kaum Precariat: Pengalaman Tangerang dan Karawang
Orang-Orang yang Berlawanan: Beragam Catatan dari Soekarno hingga Wiji Thukul
Pemilih Berperan Jangan Baperan: Potret Pengawasan Pemilu 2024 di Kota Cilegon
Menelusuri Perjalanan Pengawas Adhoc Pemilu 2024 Bawaslu Kabupaten Lombok Timur
Babel
Catatan-Catatan Penting Kierkegaard: Selections From The Writings of Kierkegaard
Negara dan Revolusi: Teori Marxis dan Tugas-tugas Proletariat dalam Revolusi
Belajar Marketing Belajar Hidup: Prinsip-prinsip Marketing untuk Hidup Efektif
Politik Kiai Politik Rakyat: Pembacaan Masyarakat Terhadap Perilaku Politik Kiai
Memperkokoh Demokrasi dari Gunung: Perjalanan Pengawasan Pemilihan Serentak 2024
Sang Telik Sandi Demokrasi: Barisan Adhoc Pengawas Pemilu 2024 Kabupaten Pasuruan
Penjaga Demokrasi Pemikul Moral Bangsa: Sehimpun Cerita di Balik Layar Pemilu
Buku Pengawasan Adhoc Pemilu 2024 Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
Cegah, Awasi, Tindak!: Jejak Pengawas Pemilu 2019 di Pulau Rempah-Rempah, Maluku
Rare
Saman
Petir
Akar
Bulan
Hello
Rindu
Pada Sebuah Kapal (Edisi Cover Spesial HUT Gramedia Pustaka Utama 50 Tahun)
Hujan
1984
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 2023: Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2023
Command: Ambil Alih, Pegang Kendali, dan Jalani Kehidupan yang Anda Inginkan
Prinsip-Prinsip Etika: Landasan Teori untuk Memecahkan Kasus-Kasus Dilema Moral
Kawasan Damai dan Bebas Senjata Nuklir: Pengertian, Sejarah, dan Perkembangannya
Perubahan Paradigma dan Ekosistem BUMN Gula - Strategi Baru Menuju Swasembada
The Authorized Biography Sri Mulyani Indrawati: No Limits Reformasi dengan Hati
Syekh Nawawi Al-Bantani (1812-1897): Mahaguru Ulama Hijaz & Nusantara Abad ke-19
Jurnal Perempuan 66 Untuk Pencerahan dan Kesetaraan: Pendidikan Untuk Semua
Kembali Membangun Tanah Air Studi Jaringan Profesional Perencana Kota di Belanda
Ragam Identitas Perempuan Bukan Bayang-Bayang: Menguatkan Konstruksi Nasionalisme
Pola Kandidasi & Kebijakan Responsif Gender Perempuan Kepala Daerah di Indonesia
Demokrasi Kerumunan: Bunga Rampai tentang Demokrasi, Pemilu, dan Budaya Politik
Potret Pemenuhan Hak Sipil & Politik Etnik Tionghoa di Singkawang & Tangerang
Kontekstualitas: Hukum Acara Pengadilaan Tata Usaha Negara dalam Tanya Jawab
Tonggak-Tonggak Orde Baru The Untold Story: Jatuh Bangun Strategi Pembangunan
Bagaimana Demokrasi Mati: Apa yang Diungkapkan Sejarah tentang Masa Depan Kita
Tafsir Nurul Quran: Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya Al-Qur'an (jilid 16)
Resiliensi Penduduk Menghadapi Perubahan Lingkungan yang Berdampak pada Bencana
Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX
Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia: Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020
Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia
Memaknai Transnasionalisme: Agen, Struktur, dan Proses dalam Politik Global
Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap Mengenang Husni Kamil Manik 1975-2016
Jejak Pengawasan Peran Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir untuk Keadilan Pemilu
Memoar Pemilu 2024 Orkestra Pengawas Adhoc Sang Pejuang Demokrasi di Tanah Sultan
Penawar Mantra Kecurangan Kiprah Panwaslih Kabupaten Pidie Mengawal Pemilu 2019
Politik, Partai Politk, dan Perempuan Frontsage and Backstage Sebuah Catatan
Menjaga Daulat Rakyat Catatan Pengawas Adhoc Kabupaten Kendal dalam Pemilu 2024
Menjaga Martabat dan Suara Rakyat : Jejak Pengawasan Bawaslu Kabupaten Takalar
Pengawasan Pemilu Sehat dan Bermartabat : Kota Langsa Untuk Indonesia Tahun 2019
Ujung Tombak Pengawal Demokrasi: Pengawas Ad-Hoc Pemilu 2024 Kota Surakarta
Semesta Pengawasan Bawaslu: Gotong Royong Pengawasan Pemilu Kabupaten Malang
Sengketa dalam Konsep Keadilan Pemilu: Mencegah Lebih Baik daripada Mengadili
Pemilu di Bumi Lasinrang Independensi dan Tanggung Jawab Pengawas Adhoc 2024
Bawaslu Mengawasi: Potret Panwaslu Ad-hoc Mengawasi Pemilu 2024 di Bumi Kartini
Senarai Menbangun Demokrasi: Potret, Evaluasi, & Rekomendasi di Kota Probolinggo
Catatan Pengawasan: Kinerja SDM Pengawas Adhoc Pemilu 2024 Kabupaten Wonosobo
Jejak Pengawas Adhoc Pemilu 2024: Madep Mantep Ngawal Demokrasi di Bumi Perwira